Tommy Rusihan Arief, The Power of Journalist

Tommy Rusihan Arief

*) Agustinus Liwulanga

Tidak banyak orang yang ingat jika mendengar nama Bob Woodward dan Carl Bernstein. Namun jika mendengar “Skandal Watergate” 1974, dunia akan kembali tergelitik. Ya, itulah skandal politik terbesar dalam sejarah demokrasi Amerika Serikat. Menyebabkan Presiden Richard Nixon harus turun dari Gedung Putih dengan rasa malu yang tak tertahankan pada 8 Agustus 1974. Tiga tahun sebelum masa jabatannya sebagai presiden berakhir. Bob Woodward dan Carl Bernstein adalah dua wartawan suratkabar Washington Post yang kala itu membongkar skandal penyadapan dan sabotase kubu Nixon dengan partai Republik di markas partai Demokrat di hotel Watergate, Washington DC.

Woodward dan Bernstein sudah membukukan hasil investigasi mereka mengenai skandal yang ternyata dikendalikan dari Gedung Putih itu dengan judul All The President’s Man dan menjadi best seller di seantero dunia. Juga sudah jadi film laris dengan judul yang sama dengan pemeran utamanya aktor papan atas Hollywood, Dustin Hoffman dan Robert Redford. Itulah salah-satu bukti hidup bagaimana the power of journalist tidak hanya  sebagai kekuatan keempat. Awalnya Nixon meremehkan hasil investigasi.

Jurnalistik Woodward dan Bernstein. Apalagi atas perintah Nixon, FBI sempat berhasil melokalisir skandal ini hanya sebatas penyusup lapangan yang tertangkap dan sudah dijatuhi hukuman. Terbukti sebagai presiden Nixon salah besar. Mahkamah Agung AS memerintahkan penyidikan, senat memerintahkan pengakuan Nixon dan kongres menjatuhkan impeach. Dan Nixon memegang rekor sebagai satu-satunya presiden yang di-impeach dalam sejarah Amerika Serikat. Sebagai wartawan senior, saya membuka Skandal Watergate ini bahwa jurnalis adalah manusia spesial.  Hari ini kawan baik saya seorang wartawan senior Tommy Rusihan Arief, sedang memperjuangkan hak demokrasinya untuk mengabdi pada rakyat dan negara di DPR RI.

Saya menilai sebagai kader murni yang bergabung dengan Partai Demokrat sejak awal pada 2004. Sebagai pengagum SBY, ke-Demokratan Tommy Rusihan Arief yang biasa disapa TRA. Sebagai orang yang tidak berpolitik praktis, saya melihat Partai Demokrat sangat beruntung memiliki kader dengan kualitas seperti TRA. Dengan pengalaman panjang di dunia jurnalistik dan keterlibatan aktifnya dalam berbagai organisasi level nasional, Partai Demokrat beruntung memiliki kader seperti TRA di DPR RI.

  Demokrat DKI Apresiasi Komitmen Anies Baswedan Melepas Saham Pemprov di Perusahaan Bir

TRA dikenal luas oleh masyarakat Maluku Utara, karena selama lebih dari 20 tahun dia aktif melakukan pembinaan sepakbola di sana dengan beragam programnya. Sebagai mantan pengurus teras PSSI (Direktur Media PSSI) TRA bahkan punya pengalaman panjang dalam pembinaan sepakbola nasional. Sebagai pribadi yang berkawan baik selama puluhan tahun, saya mengenal pribadi TRA sebagai pekerja keras, pejuang, cerdas, hangat, pandai bergaul dan sangat setia kawan. Karakter seperti inilah yang dibutuhkan rakyat di DPR RI.

Dia akan selalu setia pada rakyat yang memilih sambil menjaga kehormatan partai yang telah memberinya kesempatan dengan tidak melakukan tindakan tercela. Sudah saatnya masyarakat Maluku Utara memilih wakil mereka di DPR RI, dengan karakter dan kebersahajaan yang tulus. Bukan sekadar memilih”pedagang politik” yang pandai berjanji dengan mulut manis tapi bisa tega meninggalkan anda di pinggir jalan setelah “dagangan” nya laku terjual. Atau setelah terpilih dia akan meninggalkan ada begitu saja tanpa etika dan moral, karena dia merasa telah “MEMBELI” suara anda semua.

Sudah saatnya rakyat Maluku Utara memperlihatkan keluhuran martabatnya dengan memilih wakilnya di DPR RI, orangnya bisa anda temui setiap saat di pinggir jalan, di warung pinggir pantai bahkan di pasar atau terminal. Bukan tokoh berlagak sibuk, tiba-tiba merasa jadi pejabat tinggi yang terhormat, pura-pura tidak mengenal rakyat yang telah memilihnya. Karena itu menurut saya rakyat Maluku Utara akan sangat beruntung jika memilih TRA untuk duduk di DPR RI Senayan, Jakarta. Tokoh yang sangat sederhana, dengan kualitas kemampuan dan pengalaman yang luar biasa.

*) Wartawan Senior tinggal di Jakarta. Mantan Wartawan/Redaktur Harian Nasional di Jakarta dan Reporter/Presenter/Producer Executive Televisi Nasional di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: