Para Perusak Atribut Demokrat, Menghina Orang Melayu

Presiden RI ke-6, Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terenyuh hatinya melihat perusakan bendera, atribut Partai Demokrat serta poster; baliho; spanduk penyambutan dirinya dan Ibu Negara RI ke-6 Ani Yudhoyono yang dilakukan sekelompok orang di Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12) pagi. (Foto: DPP-PD)

Oleh: Abdul Rasyid*)

Sebuah Renungan

Presiden RI ke-6, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) adalah tokoh istimewa bagi orang Melayu Riau. Apalagi beliau bergelar “Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara” yang ditabalkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) tahun 2007.

Ketika datang ke tanah Melayu, semestinya siapa pun yang paham adat istiadat, tentulah akan menyambut SBY dengan “Tari Makan Sirih” dan menyuguhkan Sirih dalam Tepak.

  Sambut HUT 17 Tahun Partai Demokrat, DPD DKI Jakarta Sebut Momentum Kembalikan Kejayaan

Partai Demokrat tidak masalah dengan bendera dan atribut yang terpasang di jalan raya dirobek-robek, biarlah itu menjadi urusan penegak hukum.

Tapi para perusak bendera dan atribut Demokrat telah menghina Kota Pekanbaru, Riau, dan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Para perusak bendera, atribut Demokrat dan baliho selamat datang pada SBY, adalah orang-orang tidak beradat.

Di negeri Melayu, di mana adat istiadat dijunjung begitu tinggi, kalian berani  berbuat barbar terhadap SBY, seorang Datuk Melayu.

Datuk yang diberi cahaya penerang karena amanah, taat, patuh, dan setia memegang janji dalam memimpin Indonesia (2004-2014).

Datuk bergelar Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara.

*)Caleg DPR-RI dari Demokrat di Dapil DKI 2; Direktur Sabang Merauke Institute

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: