Ondel-ondel, Riwayatmu Kini

Ondel-ondel (int)

Oleh: Abdul Rasyid*)

Pertama sekali saya harus mengatakan protes kepada Pemprov DKI Jakarta yang akan menertibkan pengamen ondel-ondel karena dianggap meresahkan.

Ingat, Ondel-ondel adalah bahagian dari kesenian dan kebudayaan Betawi yang mestinya dilestarikan.Salah satu pelestarinya adalah para pengamen itu.

Sama halnya dengan Odong-odong, yang harus diakui ikut melestarikan lagu anak-anak yang mendidik dan sudah tidak diminati lagi oleh radio dan televisi.

Saran saya, Dinas Pariwisata dan Budaya DKI sebaiknya mengundang mereka. Bicarakan baik-baik, beri mereka solusi.Sebab di negara maju sekalipun, seperti Amerika, Jerman, Perancis, yang namanya pengamen tetap masih ada.

Tunjukkan pada mereka dimana tempat ngamen yang diperbolehkan. Misalnya di sekeliling Monas atau di CFD setiap hari Minggu. Beri mereka pengenal sebagai tanda bahwa mereka telah mendapat pembinaan. Kalau perlu diberi honor sebagai pelestari budaya Betawi yang dimasukkan dalam APBD DKI.

  SBY Hadir Jadi Ajang Curhat Warga Kabupaten Tangerang

Kalau sekadar ditertibkan, itu soal gampang saja. Orang lemah tak akan punya cukup daya dan upaya menantang kehendak pejabat. Tapi, persoalannya, apakah sebagai pejabat sudah melakukan tindakan bijak terhadap warganya?

Ingat slogan ini
#MajuKotanyaBahagiaWarganya

*) Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP-PD; Direktur Sabang Merauke Institute

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: