Demokrat DKI Mendukung AHY Gelorakan Start Up Digital Untuk Geliat Ekonomi Generasi Milenial

Demokrat DKI – Membahas mengenai era digital yang menjadi instrumen terpenting bagi generasi milenial, kurang rasanya jika tidak menekankan pada perkembangan technopreneur atau start-up digital. Dewasa ini, pembahasan mengenai start up digital seperti sudah menjadi sebuah hal yang lumrah. Tidak main-main memang profit yang dihasilkan dari start up digital ini, bahkan pada 2017 lalu start up terpopuler yakni Gojek telah mencatatkan valuasi sebesar 13,1 triliun rupiah.

Hal ini pula yang menjadi perhatian dari calon pemimpin muda yang dimiliki Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY). Bagi AHY, technopreneur merupakan sebuah keniscayaan dari perkembangan ekonomi global saat ini. Banyak produk technopreneur di dunia yang lahir dan berhasil mencatatkan profit miliaran dollar Amerika seperti, Facebook, Amazon, Google dan lainnya.

Demokrat DKI Mendukung AHY Gelorakan Start Up Digital Untuk Geliat Ekonomi Generasi Milenial - Demokrat DKI

Dalam kesempatan berpidato saat Rapimnas Partai Demokrat bulan Maret lalu, AHY menekankan agar pemerintah Indonesia mampu menangkap sinyal pergeseran ekonomi dengan datangnya technopreneur atau start up digital. AHY juga memberikan peringatan sekaligus gagasan kepada Pemerintah RI saat ini untuk peka terhadap pergeseran ekonomi dan mampu membuka ruang kebijakan serta pro aktif terhadap geliat technopreneur.

“Technopreneurship, perlu dikembangkan secara besar-besaran. Gerakan ini akan membuka lapangan pekerjaan yang luas, dan akhirnya, juga akan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Kita tahu, era “ekonomi baru” ditandai dengan berkembangnya teknologi digital dan banyaknya jenis pekerjaan lama yang digantikan dengan pekerjaan baru. Misalnya, berkembangnya “online business” dan juga “online jobs”. Dikatakan AHY saat berpidato di hadapan peserta Rapimnas Partai Demokrat Maret 2018 lalu.

Lebih lanjut dalam pidatonya, AHY memperingatkan mengenai ancaman pergeseran lapangan pekerjaan dan menurunnya tingkat kepercayaan publik jika pemerintah tidak siap menangkap potensi start up digital di era modern ini. Solusi yang dikemukakan AHY mengenai hal tersebut adalah mengakomodir start up digital dengan regulasi, meningkatkan pelatihan dan sosialisasi guna menunjang kemampuan tekhnologi masyarakat dan mental masyarakat yang harus disiapkan pemerintah secara integratif dan simultan.

  Prabowo Jenguk SBY

Dunia technopreneur yang dikemukakan AHY menjadi fenomena biasa di kota-kota besar Indonesia, terutama Jakarta sebagai ibukota negara. Namun, iklim ekonomi dan juga kondisi masyarakat Jakarta dirasa tertinggal dalam bidang technopreneur dibanding dengan Jogjakarta, Bandung atau Surabaya. Menanggapi hal ini, Nelwan Rompis sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD Demokrat DKI Jakarta menganggap gagasan AHY harus ditangkap sebagai program kerja pemerintah dan sinyalemen modernisasi regulasi yang mulai melihat dunia digital sebagai objek dari perundangan.

“Jakarta dalam jumlah start up digital memang kalah dibanding dengan Jogjakarta. Namun kita sedang menggeliat sekarang. Sektor UMKM dan program milik Pemprov DKI Jakarta seperti OKE OCE itu mengakomodir start up digital, mulai dari pelatihan, bimbingan, hingga sampai akses permodalan. Kita menangkap geliat technopreneur ini sudah jauh-jauh hari, karena itu ke depan kita juga butuh regulasi yang khusus secara pro aktif dan akomodatif mendukung keberadaan start up digital ini,” diutarakan Nelwan Rompis kepada redaksi demokratdki.or.id, di Jakarta, hari ini (11/5).

Nelwan Rompis juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendorong generasi milenial untuk masuk dalam dunia start up digital, bahkan dirinya menyebut peran pemerintah sangat sentral.

“Program Oke Oce itu salah satu penunjangnya adalah kemampuan tekhnologi para pelakunya. Disitu peran pemerintah sangat sentral untuk menghidupkan dunia ekonomi kreatif yang sedang bertumbuh ataupun baru akan dimulai. Ada target 200.000 wirausahawan baru yang ditetapkan dalam RPJMD 2017-2022 melalui program Oke Oce ini. Kami mendukung, regulasinya juga harus akomodatif dan memudahkan bagi para pelaku entrepreneur dan technopreneur ini. Jakarta harus memiliki identitas dalam menghadapi globalisasi, saya rasa penting menyematkan identitas kota technopreneur kepada Jakarta nanti,” tutup Nelwan Rompis.

The post Demokrat DKI Mendukung AHY Gelorakan Start Up Digital Untuk Geliat Ekonomi Generasi Milenial appeared first on Demokrat DKI.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: